Kehidupan yang kita jalani sebagai manusia ciptaan Allah SWT, tidak mudah dan penuh dengan sekenario dan godaan dari dalam diri maupun yang datangnya dari setan yang terkutuk. berdasarkan dua hal tersebut tidak jarang manusia terjerumus dalam keburukan, seperti buruknya tingkah dan laku , mersa paling benar, meras paling tampan atau cantik, merasa paling kaya tau mungkin kita merasa paling lebih mengetahui dari pada orang lain.
Bukankah kita ketahui bahwa sifat- sifat tersebut merupakan bahagian dari panah- panah setan yang menggoda setaip manusia yang lupa akan sejati dirinya.kesombongan yang dimiliki oleh setan yang terlaknat, yang telah Allah SWT kisahkan kepada kita untuk menjadi pelajaran buat manusia, kita juga masih ingat sejarah tentang kesombongan Fir'aun yang mengaku dirinya sebagai Tuhan yang harus di sembah oleh masyarakatnya pada saat itu.
Apa yang terjadi kepada mereka, kedua contoh makhluk Allah SWT ini tergolong makhluk yang durhaka kepada Allah SWT. apa yang bisa kita anggarkan dari diri kita yang hina ini. jika di bandingkan dengan keagungan Allah SWT. dalam hal ini dapat kita lihat malalui Asmaul Husna Allah Ar- Rahim =Yang Maha Pengasih, Al Ghaffar = Yang Maha Pengampun, Al Qahhaar = Yang Maha Mehalukkan Sesuatu, Ar Razzaaq = Yang Maha Pemberi Rezeki, Al A'alim = Yang Maha Mengetahui, Al Azhiim = Yang Maha Agung, Al Haqq = Yang Maha Benar, Al Ahad = Yang Maha Esa. dan masih banyak lagi keagungan Allah SWT tersebut.
Masihkah kita mau menyombongkan diri kepada sesama makhluk ciptaan Allah SWT atau kita mau menyombongkan diri kita kepada Yang Maha Pencipta, jika itu ada dalam hati kita berarti kita tergolong orang yang sombong. Hai.... kita manusia coba kita simak Firman Allah SWT dalam Al- Qur'an surah Al- Mu'minun ( 23 ) ayat 12-14 '
Artinya : " ( 12 ) Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati ( yang berasal ) dari tanah. ( 13 ) Kemudaian, Kami jadikan air mani didalam tempat yang kokoh ( rahim ). ( 14 ) Kemuadin, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang menggantung ( darah ). Lalu. segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudaian, Kami menjadikan makhluk yang ( berbentuk ) lain. Maha Suci Allah sebaik- baik pencipta".
Wahai kita manusia sejatinya kita berasal dari tanah yang berbentuk cairan yang hina, masihkah kita dapat menyombongkan diri karean yang kita miliki hari ini. melalui tulisan ini mari kita intropeksi diri kita masing- masing agar kita tergolong sebagai makhluk Allah SWT yang mendapat Ampunan-Nya Aamiin.



